Sanggau Dalam
Berita
Saat ambruk, bangunan itu tidak berpenghuni. Bangunan yang dipakai untuk gudang itu terdapat dua sepeda motor dan ikut tertimbun bersama barang-barang lainnya direruntuhan bangunan. Sampai sore kemarin belum ada upaya yang dilakukan oleh pemilik bangunan atas nama Bintoro, warga di Jalan Kartini, Sanggau.
Harian ini menemui Sumaji, 50 tahun yang merupakan abang dari Bintoro. Dalam penjelasannya, ruko dua pintu itu betul milik sang adik. “Isinya barang-barang gudang. Ada juga sepeda motor 2 unit. Kalau kejadian sekitar jam sembilan tadi pagi,” ujar dia dilokasi kejadian.
Tanah disekitar lokasi tidak ada yang longsor. Dia menduga ada masalah pada tiang bagian belakang sehingga tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk. Ruko yang dibangun sekitar tiga tahun lalu ini memang diperuntukkan untuk gudang. Beberapa kali juga sempat disewakan, namun sekarang digunakan untuk gudang sendiri.
Menurut Sumaji, malam kemarin (Selasa malam) dia datang ke bangunan itu. Waktu itu sekira jam delapan malam dan menyimpan motornya dibangunan tersebut. Dulu, dia juga pernah tinggal ditempat itu, tetapi hanya sementara. “Tadi malam saya kesini nyimpan motor. Setelah itu pergi,” katanya.
Kejadian itu membuat adiknya mengalami kerugian milyaran rupiah. Menurutnya, bangunannya saja nilainya sudah satu milyaran lebih, ditambah lagi sepeda motor dan barang-barang lainnya. “Kerugiannya tidak kurang dari satu milyar,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu saksi mata yang ditemui koran ini menyampaikan bahwa kejadiannya begitu cepat. Alip, 36 tahun sedang berada dibangunan seberang jalan. Dia dan beberapa rekannya sempat mendengar bunyi dari bangunan itu dan tidak lama berselang bangunan pun ambruk. Pada saat itu juga, dia memarkirkan mobil pikapnya KB 8533 DA tepat didepan pintu ruko.
“Ada bunyi sedikit. Dalam hitungan menit rukonya sudah ambruk. Kejadiannya sangat cepat. Mobil saya saat itu parkir di depan bangunan itu. Sempat kena knopi bangunan bagian kabin mobil. Dekat sekali mobil saya dengan pintu bangunan. Saya memang biasa parkir disitu,” ceritanya. (*)


Post a Comment